Daftar bibliografi perpustakaan

Foto
Pengaruh Tipe Pori Reservoir Karbonat Terhadap Kecepatan Gelombang Akustik Kompresional (Vp) dan Penentuan Vp Matriks Kondisi Downhole
Nomor Panggil 849 TM
Pengarang Ria Adelina
Dosen Pembimbing Prof. Ir. Pudji Permadi, M. Sc., PhD.
Penerbit Bandung: Prodi Teknik Perminyakan FTTM ITB Bandung, 2018
Abstraksi Abstrak
Reservoir karbonat merupakan reservoir dengan tingkat heterogenitas yang sangat tinggi. Heterogenitas tersebut disebabkan karena reservoir karbonat sangat dipengaruhi oleh proses-proses diagenesa yang terjadi setelah masa pengendapan. Hal tersebut menyebabkan reservoir karbonat memiliki geometri dan struktur pori yang sangat komplek. Kompleksitas tersebut menyebabkan korelasi acak hubungan

kecepatan gelombang akustik (Vp) terhadap porositas.


Heterogenitas akibat diagenesa juga terjadi pada mineral penyusun matriks reservoir karbonat. Hal tersebut menyebabkan komposisi mineral yang berbeda dari matriks reservoir-reservoir karbonat. Perbedaan komposisi penyusun matriks tersebut menyebabkan perbedaan dari nilai transit time gelombang akustik. Informasi nilai transit time atau Vp matriks dari suatu reservoir menjadi hal yang sangat penting dalam penentuan porositas dari sonic log. Penentuan porositas harus dilakukan dengan tepat agar perhitungan cadangan hidrokarbon dapat dilakukan dengan tepat juga. Sifat porositas dari sonic log yang tidak sensitif terhadap secondary porosity dapat diintegrasikan dengan porositas yang dihitung dari density log atau neutron porosity untuk melakukan analisis keberadaaan secondary porosity di reservoir karbonat.


Pengelompokan batuan berdasarkan kemiripan geometri dan struktur pori dengan menggunakan Metode PGS (Pore Geometry Structure) Plot dilakukan pada penelitian ini. Kompleksitas arsitektur pori akan meningkat dengan meningkatnya angka rock type (RT). Dari hasil pengelompokan PGS Plot maka dapat dianalisis hubungan tipe pori terhadap Vp pada kelompok batuan dengan sistem pori yang sederhana dengan kelompok batuan yang mempunyai sistem pori yang lebih kompleks akibat proses diagenesa yang semakin signifikan. Hasil PGS Plot dari setiap RT bila diekstrapolasi akan bertemu pada satu titik yang disebut titik konvergensi. Titik tersebut terjadi pada saat geometri pori = 0,045 dan struktur pori = 0,002. Titik tersebut didefinisikan sebagai titik saat batuan tidak dapat lagi dibedakan berdasarkan kemiripan arsitektur pori dikarenakan nilai permeabilitas yang sangat kecil. Struktur dan geometri pori bernilai sama pada titik tersebut. Secara praktikal, titik konvergensi diasumsikan sebagai titik saat batuan terdiri daripipa kapiler yang sangat kecil dengan porositas = 100%. Sehingga seluruh batuan dianggap memiliki properti fisik yang sama dengan fluida yang mengisi batuan tersebut.


Untuk menentukan Vp matriks, dilakukan plot antara Vp - geometri pori dan Vp - struktur pori untuk setiap RT. Hubungan antara Vp - geometri pori dan Vp - struktur pori didefinisikan dalam persamaan power law. Untuk mendapatkan Vp matriks, hasil plot antara konstanta dan eksponen pada hubungan power law tersebut diekstrapolasi pada titik saat eksponen hubungan Vp - geometri pori = 1 dan eksponen hubungan Vp - struktur pori = 0,5. Angka eksponen tersebut merupakan pangkat struktur pori dan geometri pori pada titik konvergensi sehingga geometri dan struktur pori menjadi sama pada titik konvergensi. Vp matriks adalah nilai konstanta pada titik ekstrapolasi. Dari hasil ekstrapolasi, diperoleh hasil Vp matriks untuk geometri pori adalah 7.193,3 m/s dan Vp untuk struktur pori adalah 6.601,5 m/s. Karena selisih hasil porositas yang dihasilkan dengan dari Vp = 7.193,3 m/s dan Vp = 6.601,5 m/s tidak terlalu besar maka nilai Vp matriks untuk reservoir karbonat yang diteliti dapat dirata-ratakan menjadi 6.897,4 m/s. Selisih antara data Vp matriks yang diketahui dari literatur, yang biasa digunakan untuk perhitungan porositas dari sonic log, dengan Vp hasil penelitian ini adalah sekitar 480,6 m/s.


Tipe pori yang terbentuk akibat proses diagenesa menjadi salah satu penyebab kompleksitas dari arsitektur pori karbonat. Pada tahap awal diagenesa, arsitektur pori yang terbentuk lebih sederhana. Pada penelitian ini terlihat bahwa pengaruh tipe pori terhadap Vp akan lebih mudah untuk dianalisis saat batuan dikelompokkan berdasarkan kemiripan geometri pori dan struktur pori dengan Metode PGS Plot. Dalam satu RT yang sama tipe pori frame forming (mouldic dan vuggy) yang terbentuk pada fase awal diagenesa akan menyebabkan memiliki Vp yang lebih besar dibandingkan oleh tipe pori intercrystalline dan interparticle pada porositas yang sama. Hal ini dikarenakan pada masa pembentukan dari tipe pori frame forming akan terbentuk juga semen yang membuat fabric batuan menjadi semakin kaku. Fracture dan disolusi, yang terjadi pada tahap akhir diagenesa batuan, akan meningkatkan porositas dan permeabilitas batuan akan tetapi hal tersebut akan menurunkan Vp batuan.

Abstract
Carbonate reservoir is a reservoir with high heterogeneity level. The heterogeneity is due to the effect of diagenesis processes since the deposition of carbonate. Diagenesis processes increase pore geometry and structure complexity of carbonate reservoir which cause little correlation between Vp and porosity.


Heterogeneity due to diagenesis also occurs in minerals which compose carbonate’s matrix. Matrix mineral composition differences cause the variation of acoustic wave transit time of each carbonate reservoir. Information about transit time or Vp matrix is needed to be known for sonic porosity calculation. Porosity calculation is important step which is needed to be done correctly so hydrocarbon reserve can be calculated correctly too. Porosity calculated from sonic log is insensitive to secondary porosity of reservoir. Integrating porosity calculated from density log or neutron porosity log with sonic porosity is a good option to analyse the presence of secondary porosity in carbonate reservoir.


Rock grouping based on pore geometry and structure similarity with PGS (Pore Geometry Structure) Plot Method was done in this research. Pore architecture complexity increase with the increasing of rock type number. The relationship between pore type and Vp in rock with simple pore system and rock with higher complexity pore system was been analysed by applying rock grouping PGS Plot Method. Ekstrapolation of PGS Plot of each rock type (RT) will meet at a point called convergence point that is when pore geometry value =0,045 and pore structure value = 0,002. Convergence point is defined as a value when rocks can not be differented based on pore architecture because the permeability value is too low. For practicle purpose, at convergence point, the rocks have small capillary tube with porosity = 1, so the rock is fully filled by fluid and have physical property value of saturated fluid.


To predict Vp matrix, crossplot Vp – pore geometry and Vp – pore structure were done. Relationship between Vp – pore geometry and Vp – pore structure is defined by power law equation. Crossplot’s result between constant and exponent of the power law equation for each RT was extrapolated to convergence point of Vp – pore geometry exponent = 1 and Vp – pore structure exponent = 0,5. The value of Vp matrix is the extrapolation’s constant at exponent of convergence point that is 7.193,3 m/s and 6.601, 5 m/s. The different of calculated porosity value using Vp matrix = 7.193,3 m/s and Vp matrix = 6.601, 5 m/s is small so Vp matrix can be averaged to be 6.897,4 m/s. The difference is about 480,6 m/s when compared to Vp matrix of literature’s data which is commonly used for sonic porosity calculation.


Pore type due to diagenesis processes is one of some matters that cause complexity in pore architecture of carbonate. Early stage of diagenesis processes will create simple pore architecture. The result of this research shows that the the pore type’s effect on Vp is clearly understood when the rocks are grouped by the similarity of pore geometry and pore structure using PGS Plot’s Method. In the same rock type and porosity, rocks with frame forming pore type (mouldic and vuggy) will have higher Vp than intercrystalline and interparticle pore type. Frame forming pore type generation will induce the generation of rock cement. The cement will increase rigidity of rock fabric and Vp. Fracture and dissolution which are happened in late stage of diagenesis processes, will increase the porosity and permeability but decrease Vp of rock.
Subyek Reservoir
Kata kunci Reservoir,Gelombang Akustik Kompresional,Downhole
Tipe Materi Koleksi Tesis
Bahasa Indonesia

Lihat data satuan

No Nomor induk Lokasi Status
1 a2017202684 Perpustakaan Prodi Teknik Perminyakan Tersedia